Industri Pariwisata Bisnis Yang paling Menjanjikan

0
105
Ceu Popong beserta peserta sosialisasi Gerakan Sadar Wisata membersihkan lingkungan sebagai contoh Sadar Wisata

Laporan : Yani Iriani

Cianjur, metronusantara.com – Industri pariwisata adalah bisnis yang paling menjanjikan. Kalau tambang mas, minyak dan lainnya jelas ada habisnya. Tapi di industri pariwisata, sampai kapan pun tak akan ada habisnya.

Demikian dikatakan anggota DPR RI Komisi X DR.Hj. Popong Otje Djundjunan atau yang akrab disapa Tjeu Popong, saat menghadiri acara Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di kawasan Wisata Jangari Cianjur Jawa Barat, Kamis (19/10).

Karena itu, lanjut Tjeu Popong. pihaknya di DPR RI Komisi X selalu membantu Kementerian Pariwisata. Salah satu buktinya dengan menaikan anggaran pariwisata sampai hampir sepuluh kali lipat.

“ Dari anggaran tiga – empat ratus milyar dan sekarang anggaran untuk kementerian pariwisata adalah empat triliun lebih,” jelasnya. Untuk itu, dunia pariwisata di mana pun di negara tercinta ini harus mengalami harus menunjukan peningkatam. Karena pemerintah sangat peduli terhadap dunia pariwisata Indonesia.

Tjeu Popong menegaskan, ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk kemajuan industri pariwisata. Yaitu, bahan baku, management dan pemasaran.

“ Tiga hal itu yang diperhatikan, jika hal itu telah dijalankan dengan baik dan benar, Insya Allah, target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia akan tercapai,” ujarnya menegaskan.

Sementara Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menambahkan, Pemkab Cianjur kini sangat konsen terhadapkeberadaan  dunia pariwisata  Cianjur.

Untuk itu, lanjut Herman, infrastruktur jalan yang menuju ke lokasi pariwisata terus dibenahi. ‘ Terutama jalan yang menuju ke lokasi Gunung Padang. “ Karena Gunung Padang menjadi salah satu priotitas Pemkab Cianjur mau pun pemerintah pusat,” jelas Herman.

Untuk meningkat kepariwisataan di Cianjur, lanjut Herman, selain membenahi lokasi wisata dan infrastrukturnya, Pemkab Cianjur juga kini tengan membangun Rest Area. “ Resat Area itu dibangun di perbatasan antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here