Imunisasi Campak Rubella Di Pulau Jawa Lampaui Target

0
230
Ilustrasi

Laporan : : Aldan

Cianjur, metronusantara.com -Program Imunisasi Campak dan Rubella (MR) di Pulau Jawa, yang digelar pada Agustus-September 2017 lalu dan diperpanjang selama dua pekan berikutnya, cakupannya  berhasil serta melampaui target nasional.

Menurut data yang dikeluarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Pusdatin Kemenkes), dalam dua bulan tersebut anak yang berhasil diimunisasi di Pulau Jawa mencapai 35.075.731 anak atau  100,31% dari target awal yang ditetapkan, yaitu 34.964.397 anak.

Kepala Perwakilan Unicef untuk Pulau Jawa, Arie Rukmantara, menyatakan, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan program berharga bagi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia ini.

“Atas nama UNICEF, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas upaya maksimal, all out, yang diperlihatkan oleh seluruh komponen masyarakat dalam memastikan anak-anaknya bebas campak dan rubella di masa depan,” ujar Arie Rukmantara kepada wartawan,saat bekunjung ke Cianjur,Sabtu (14/10/2017).

Menurut data Pusdatin Kemenkes per hari Sabtu (14/10), Provinsi Jawa Timur menjadi daerah yang capaian targetnya tertinggi, yaitu 106,25%, disusul Jawa Tengah 104,61%, Daerah Istimewa Yogyakarta 97,04%, DKI Jakarta 97,09%, Jawa Barat 95,67%, dan terakhir Provinsi Banten sebesar 95,23%.

Secara khusus Unicef menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Banten, yang hingga hari terakhir masih terus berupaya mengejar capaian target hingga minimal 95% dari total target sasaran sebanyak 3.322.185 anak.

“Masyarakat Banten mengambil inisiatif memastikan semua anak yang masuk kategori target populasi mendapatkan haknya atas pelayanan kesehatan, termasuk vaksinasi dalam waktu yang terbatas. Bersama Gubernur, Wagub, Bupati, Walikota dan terutama media setempat, mereka mengejar target 95% cakupan terpenuhi dalam beberapa hari,” ujar Arie Rukmantara.

Menurut Arie, keterlibatan jurnalis kesehatan di Banten dan wilayah lain di Pulau Jawa,  juga sangat berperan memastikan Kampanye  Imunisasi MR sukses dilakukan.

“Pelajaran berharga untuk kampanye imunisasi berikutnya ialah media harus dilibatkan sejak awal, dari planning sampai evaluasi,” tukas Arie.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Imunisasi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Jane Soepardi.

“Kami salut dan kagum atas keuletan dan kehebatan masyarakat Banten, bersama para pemimpinnya dalam satu hari ini (Jumat). Mereka dapat memberikan pelayanan imunisasi MR kepada 19.670 anak tambahan,” kata Jane Soepardi.

Menurut Jane, Banten bergegas mengejar target minimal 95% cakupan provinsi, agar semua anak terlindungi dari bahaya serta kerugian campak dan rubella. Banten sudah membantu memastikan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anaknya. Komitmen Banten ini sangat inspiratif,” tegas Jane Soepardi.

Sementara itu menyikapi masih banyaknya informasi keliru terkait imunisasi MR ini, Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (Prokami) dan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), serta beberapa lembaga dakwah Islam menghimbau agar seluruh umat muslim mendukung program imunisasi nasional, khususnya kampanye imunisasi Campak dan Rubella ini.

Menurut Ketua Umum PP Prokami, Achmad Zaki, dalam menghadapi isu terkait imunisasi, seluruh muslimin dan muslimat, para alim ulama dan profesional kesehatan muslim untuk mengikuti panduan dari instansi berwenang dan kompeten, seperti Kementerian Kesehatan RI, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Perhimpunan Profesional Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI).

Achmad Zaki juga menghimbau seluruh masyarakat perlu cerdas dalam menerima apa pun informasi, khususnya terkait isu kesehatan dan imunisasi.

“Pastikan informasi yang didapat berasal dari sumber yang kompeten dan kredibel,” ujar Achmad Zaki, seperti yang ditulis melalui siaran pers.

Tahun 2018 mendatang, pemerintah berencana untuk melakukan program imunisasi MR di wilayah lain di Indonesia, di luar Pulau Jawa. Pemerintah Indonesia menargetkan pengendalian Campak dan Rubella pada tahun 2020.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here