Habis Gelap Terbitlah Terang, Warga Kampung Nagrak Naringgul, Kini Bisa Nikmati Aliran Listrik

0
209
Kedatangan Jendral (Putn) Moeldoko disambut warga Naringgul dengan perasaan sukacita

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Sebanyak 300 Kepala Keluarga di Kampung Nagrak Desa Wangunsari Kecamatan Naringgul Cianjur Jawa Barat, kini tidak lagi menggunakan lampu cempor. Pasalnya, mereka mendapatkan bantuan Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR). Setelah kedatangan Jenderal TNI (Purn) H.Moeldoko bersama rekannya Ujang Koswara, Minggu (31/12).

Berdasarkan keterangan warga, hampir 40 tahun kampung tersebut belum terpasang listrik. Warga sehari-harinya mengunakan lampu cepor (terbuat dari kaleng dan menggunakan bahan bakar minyak tanah-red). Namun diawal tahun 2018, kini warga akan merasakan terangnya cahaya listrik dimalam hari.

Saat kedatangan jenderal bintang empat, nampak kegembiraan warga menyambut dengan menyuarakan selamat datang kepada pemberi bantuan LIMAR tersebut. Danramil Naringgul, Kapolsek dan Kepala Desa Wangunsari turut hadir menyambuy kedatangan sang jendral.

Salah seorang warga penerima manfaat Limar, Ita (50) mengatakan, ia merasa terbantu dengan adanya bantuan Limar tersebut. Sebelumnya, ia sekeluarga menggunakan lampu cempor.

” Kami ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya kepada pak jenderal dan rekannya yang telah membantu Kampung Nagrak,” tuturnya.
Menurut dia, 40 tahun ia membeli minyak tanah,untuk mendapatkan penerangan. Jelas itu sangat memprihatinkan. Apalagi sekarang ini harga minyak tanah Rp 25 ribu perliter.

” Seingat saya dari kecil, warga di sini menggunakan lampu cempor. Tapi sekarang alhamdulilah bisa menikmati penerangan listrik,” ujarnya.
Sementara itu, Jendral TNI ( Purn)  H.  Moeldoko mengatakan, melihat kehidupan warga Kampung Nagrak ini kebanyakan profesinya tani. Namun sayangnya rumah mereka belum teraliri listrik.

” Makanya saya datang bersama teman teman kesini untuk membantu mereka agar mendapatkan penerangan listrik,” ujar Moeldoko yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Menurut dia, sebanyak 300 KK yang notabene para petani di Naringgul tepatnya di Kampung Nagrak belum menikmati aliran listrik. Karena itu, pihaknya darang untuk membantu pemasangan listrik.
” Mungkin dengan terpasangnya listrik akan membantu peningkatan ekonomi khususnya dibidang bertani,” katanya.

Selanjutnya Moeldoko mengimbau, kepada teman-teman atau donatur lainnya agar bisa berparsitipasi. Karena di Cianjur Selatan,  khususnya dipelosok0pelosok daerah, masih banyak yang harus mendapatkan penerangan listrik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here