Gara- Gara Ugal-Ugalan, Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas

0
41
Gara=gara mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan, seorang nenek pejalan kaki tewas

Laporan : Rahmat Saleh

Guning Mas, metronusantara.com – Mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan, bukan hanya bisa mencelakaan diri sendiri. Tapi juga bisa membahayakan keselamatan orang lain. Gara-gara ugal-ugalan, seorang pejalan kaki di Jalan Perintis Kelurahan Tewah Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas Kalteng, Sabtu (04/11) pukul 15.00 WIB, tewas.

Menurut keterangan, kejadian bermula saat YA (15) yang mengendarai sepeda motor merk Honda Verza warna biru No.Pol KH 6553 TO ditumpangi Bobi (18) melaju kencang dari arah Kuala Kurun menuju Desa Tumbang Lambaing.

Saat melintas di Jalan Perintis, tiba-tiba YA kehilangan kendali dan menabrak pejalan kaki Nursiah (65) warga Kelurahan Tewah hingga ketiganya terpental.

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung membawa korban ke Puskesmas Tewah. Namun saat dilakukan penanganan oleh tim medis Nursiah tidak dapat tertolong. Akibat luka yang dideritanya cukup parah.

Sementara YA dan temannya Bobi sempat diamankan warga dan diserahkan ke personel Polsek Tewah di Mapolsek Tewah. Selanjutnya dilakukan penanganan medis karena keduanya mengalami luka-luka.

Kapolres Gumas AKBP Ardiansyah Daulay, S.I.K., M.H., melalui Kasatlantas Iptu Hermanto yang datang langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, kejadian ini menjadi salah satu pembelajaran bagi kita semua. Kalau anak dibawah umur tidak boleh mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat.

Sebaiknya mereka dibonceng oleh orang dewasa yang tentunya sudah memiliki  SIM, STNK dan kelengkapan kendaraan lainnya yang memenuhi syarat keselamatan berlalu lintas.

Hermanto mengatakan, kepada keluarga korban pihaknya sampaikan ucapan turut berduka cita dan pihaknya juga sangat menyesalkan kejadian ini. Untuk Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara sepeda motor mengingat pengemudi sepeda motor tersebut masih dibawah umur.

“ Kepada para orang tua  kami mohon untuk tidak  membiarkan anak-anak mereka mengendarai kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena jelas-jelas hal itu melanggar peraturan berlalu lintas. Sebab mereka belum layak menggunakan kendaraan,” pesan Hermanto.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here