Gara Gara Rebutan Pengaruh, Akhirnya Senpi Ikut Bicara  

0
92
Ilustrasi

Laporan : Nur Choiro

Seruyan, metronusantara.com – Diduga kuat, gara-gara rebutan pengaruh, Agustian Rafik dan Kristianto alias Concong (44) saling tantang. Hingga pada Minggu (8/10) lalu, Agus tersungkur bersimbah darah. Pasalnya, kaki kanan Agus luka parah diterjang timah panah yang keluar dari moncong senjata api yang dipegang Concong. Kejadian tragis itu terjadi di salah satu tambang emas illegal alias tak memiliki izin operasi dan produksi.

Agus pun segera dilarikan ke RSUD dr. Murjani Sampit. Sementara Concong ditangkap petugas Polres Seruyan, setelah dilaporkan pihak korban. Concong dicokok petugas di kediamannya di KM 28 Desa Ayawan Seruyan Tengah, tanpa perlawanan, Senin (9/10).

Dihadapan petugas Concong mengatakan, ia melakukan aksinya itu karena kesal dengan ulah Agus. Karena Agus sering minta jatah preman (jatrem) kepada para penambang emas di daerah Penyombaan Seruyan.

Sedangkan Concong merasa memiliki tanggung jawab di areal tambang itu. Karena menurut dia, ia telah diberi amanah untuk mengkoordinir sejumlah penambang.

“ Jadi kalau ada yang menggangu para penambang, saya harus ikut bertanggung jawab,” kilahnya.

Menurut Concong, ia kerap mendapat keluhan dari penambang soal Agus yang kerap minta jatah. Tak hanya itu, Agus juga disebut kerap mengancam jika permintaannya tak dipenuhi.

Mendapat informasi tersebut, Concong memperingati Agus agar tidak memaksa sejumlah penambang. Namun, ulah Agus terus berulang. Bahkan, Agus dikatakan kerap mengaku menantang Concong .

” Karena itu saya langsung mendatangi Agus dan langsung saya ajak berkelahi karena dia sering menantang saya,” ujarnya.

Sementara Kapolres Seruyan AKBP Nandang Mu’min Wijaya melalui Kasatreskrim Seruyan Iptu Wahyu Satyo Budiharjo mengatakan, kejadian terjadi krena keduanya saling berselisih paham. Concong, berdasarkan informasi di lapangan, memang disepakati penambang untuk mengatur semuanya. Namun, Agus dan Concong kerap saling memberikan pengaruh. Sehingga Concong merasa kesal hingga  nekad menembak Agus.

Sedangkan Senjata api yang digunakan Concong adalah senjata api SNW caliber 3 atau senjata api revolver laras pendek. Namun Concong tak mengantongi izin kepemilikan senjata itu.

Polisi menyatakan, pihaknya kini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Concong untuk memperjelas kasus ini. ”Saat ini pelaku sudah diamankan dan masih dalam proses pemeriksaan,” jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here