Gadis Kakak Beradik Penderita ODGJ Yang Dipasung Akan Dibawa KSJ

0
206
Wiwi penderita ODGJ dipasung dengan cara dirantai karena sering ngamuk

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Wiwi (31) dan Imas Nurbaeti (27) ), warga Kampung Neglasari RT 01/02, Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur Jawa Barat yang telah lama menderita gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa  (ODGJ). Hingga Wiwi dipasung di dalam kamar. Wiwi diikat dengan rantai baja, karena tiap hari ngamuk ingin membunuh ibu kandungnya. Sedangkan Imas Nurbaeti tidak dipasung. Namun obrolannya ngaco. Dua gadis kakak beradik itu akan dibawa relawan Komunitas Sehat Jiwa (KSJ)  Desa Nagrak Cianjur, Selasa (06/03).

Sementara itu,  ibu kandung ke dua gadis yang menderita ODGJ, Hj Yayah (72) menjelaskan, Wiwi dan Imas menderita sakit gangguan jiwa sudah cukup lama. Yang pertama menderita sakit, yaitu Imas pada sepuluh tahun yang lalu dan lima tahun yang lalu Wiwi pun menderita jiwa. Karena itu kedua anaknya dibawa suaminya untuk berobat. Tapi hingga kini tak kunjung sembuh.

Malah baru-baru ini sering ngamuk, merusak perabotan dalam rumah rumah, ingin membakar rumah dan selalu menyerang ibunya. Kaca jendela dipecahkan dan seluruh tetangga dekatnya diserang dan caci maki.

Karena itu, kata Yayah, sekitar sepekan yang lalu, Wiwi di pasung di dalam kamarnya. Pinggangnya diikat rantai baja. Hal itu dilakukan karena takut terjadi sesuatu yang tidak diininkan semua pihak. Maka dengan akan dibawanya ke tempat rehabilitasi KSJ Nagrak Cianjur, pihaknya merasa bersyukur. “ Semoga saja sehat kembali seperti semula, Ema sudah pasrah Wiwi mau dibawa kemanapun silahkan saja semoga sembuh seperti semula,”   ucap Yayah.

Dilain pihak, salah seorang anggota relawan KSJ Cianjur, Rukman mengatakan, dieksekusinya dua orang gadis yang menderita ODGJ, itu tidak akan sekaligus dibawa sekarang. Tapi akan dibawa satu persatu, karena kalau dibawa keduanya sekarang akan kerepotan.

Setelah dibawa ke panti SKJ, kedua gadis tersebut, akan diobati secara kontinyu juga secara bertahap. Semoga saja dua orang gadis tersebut sehat seperti semula. Namun bila setelah sembuh, diharapkan pada pihak keluarga, sanak saudsra dan teman dekatnya, tidak  membicarakan  kejadian masa lalunya. “ Selain itu juga minum obat secara rutin,” jelas Rukman.

Dilain pihak, salah seorang pemantau kesehatan, warga Kecamatan Bojongpicung,  Erwin (51) mengatakan, dengan adanya dua orang gadis yang menderita ODGJ, dalam satu keluarga dan satu rumah, pihaknya ikut prihatin. Karena selain mengganggu keluarga, saudara dekat dan  megganggu para tetangganya. Bahkan tiap saat selalu ngamuk mecahkan kaca rumah, lemari, perabotan rumah tangga dan sering menyerang ibu kandungnya sendiri.

Hasil investigasinya, kedua gadis yang menderita penyakit ODGJ tersebut, semenjak menderita sakit, tidak pernah adanya kepedulian dari pihak pemerintahan desa, kecamatan maupun dari pihak Pemkab Cianjur.

Ironisnya lagi, dua orang yang menderita ODGJ tersebut, rumahnya tidak jauh dari rumah praktik bidan desa. Tidak hanya itu saja, istri Kepala Desa Cibarengkok pun adalah bidan. Tapi sayang, mereka itu seakan tak pernah peduli pada gadis penderita ODGJ. Minimal menjenguk atau memberi obat penenang saat mereka ngamuk-ngamuk atau melakukan upaya lain.

“ Karena itu, pada pada dinas instansi terkait, khusunya pada Pemkab Cianjur, mohon kepeduliannya pada Wiwi dan Imas yang menderita sakit jiwa dan semoga keduanya lekas sembuh seperti semula,” kata Erwin pada awak media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here