Embat Uang Perusahan,  Ditangkap Buser Polsek Dusun Tengah

0
43
JK terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian karena diduga menggelapkan uang perusahaan

Laporan : Rahmat Saleh

Barito Selatan, metronusantara.com – Sales perusahan sembako dan makanan ringan PT. Surya Timur Raya di Kampung Rangen RT  39 Kel. Ampah Kota/Kec Dusun Tengah Kab. Barito Timur, ditangkap anggota Polsek Dusun Tengah. JK (22) warga Desa Ugang Sayu Kec. Gunung Bintang Awai Kab. Barito Selatan diringkus petugas karena menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 250 juta,-.

JK berhasil ditangkap buser Polsek Dusun Tengah di tempat persembunyianya di Desa Kandui, kec. Gunung Timang, kab. Barito Utara, Kamis (11/01/2018) sekira pukul 11.00 WIB.

JK yang telah dipercaya perusahaan tempatnya berkerja tersebut berhasil mengelabui perusahaan dengan modus mengambil uang dari para nasabah di kios dan toko yang tersebar di wilayah Bartim. Namun tidak disetorkan ke perusahaan dan uang tersebut sebagian sudah habis digunakan untuk berfoya-foya.

Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan, SIK melalui Kapolsek Dusun Tengah Iptu Muhammad Syafuan Nor, SIK didampingi Kanit Reskrim Aiptu Ricardo. H, SH dan Kasihumas Polsek Dusun Tengah Aiptu Abadi Rohmad mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan pihak perusahaan yang dirugikan oleh tersangka.

Setelah mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Dusun Tengah langsung melakukan lidik keberadaan tersangka yang setelah melakukan penarikan uang dari nasabah pada akhir Nopember 2017 lalu. Setelah itu, ia langsung menghilang dan tidak dapat dihubungi lagi.

” Kemarin kita mendapat informasi tersangka berada di Desa Kandui, kemudian team Buser Polsek Dusun Tengah dipimpin Kapolsek Dusun Tengah langsung menuju Kandui dan berkoordinasi dengan Polsek Gunung Timang. Kita berhasil menangkap tersangka tanpa perlawanan,” jelas Iptu Syafuan pada awak media, Jumat ( 12/18).

Menurut dia, saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan petugas Polsek Dusun Tengah untuk proses hukum lebih lanjut. “ Tersangka akan dijerat dengan Pasal 374 jo 64 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun pidana penjara,” jelasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here