Emah Janda Tua Hidup Sebatangkara, Tinggal Di Rumah Yang Nyaris Ambruk

0
98
Ilustrasi

Laporan :Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Emah (59), seorang janda tua dan hidup sebatangkara. Karena kondisi sosial ekonomi yang kurang beruntung, nenek tua ini terpaksa harus tinggal di rumah yang nyaris ambruk di Kampung  Cipicung RT 02/04 Desa Panyusuhan  Kecamatan Sukaluyu Cianjur Jawa Barat.

Menurut keterangan, Emah sudah 15 tahun tinggal di  rumah panggung yang berukuran 3 X 4 meter tersebut. Rumah itu adalah rumah peninggalan suaminya Tatang (almarhum) yang meninggal sekitar 10 tahun lalu. Kondisi rumah semakin memprihatinkan semenjak suaminya meninggal dunia. Kini rumah itu sudah mulai lapuk bahkan hampir ambruk karena dimakan usia.

Hampir sebagian besar rumah yang ditempati Emah   itu atapnya bocor. Tiang penyangga pun nampak patah, genteng berserakan di bawah dan kini atap rumah di tutup dengan potongan plastik untuk menutupi jika hujan turun.

” Ya mau bagaimana lagi, cuma ini yang saya punya. Ini sudah alhamdulilah bisa untuk berteduh meski pun atap dan kayunya lapuk dan banyak yang bocor,” ujar Emah, Minggu(26/11).

Keseharian Emah saat ini bekerja sebagai tukang kuli serabutan. Ia hanya mengandalkan pekerjaan dari proyek ternak ayam  yang tak jauh dari rumahnya. Dalam satu penghasilan  yang ia bisa kantongi hasil kerjanya sehari hanya Rp 20 ribu.

” Disyukuri saja, berapapun penghasilannya saya tidak pernah mengeluh. Dapat duit makan dan kalau gak dapat duit ya puasa,” terangnya.

Diwaktu yang bersamaan Ketua Aksi Mahasiswa Cianjur (KAM-C) Ujang Ruslandi beserta teman-temanya saat berkunjung ke rumah Emah mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk mendatangi dinas Kimrung Kabupaten Cianjur untuk meminta bantuan. Karena   melihat kondisi ibu sebatangkara ini sangat prihatin.

” Kami akan berusaha mendatangi dulu dinas Kimrung untuk audiensi. Kalau tidak ada respon baru kita mengadakan aksi,” tandasnya.

Menurut Ruslandi, kehidupan ibu Emah ini harus patut diperjuangkan.  Rumahnya nyaris ambruk. Bahkan penyangga pintu yang diinjak hampir patah.

“ Saat cek lokasi. Kami ngobrol bersama warga dan pemuda setempat, mereka menyatakan siap membantu ibu janda tua sebatangkara ini supaya mendapatkan rumah yang layak huni,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here