Dua Siswa MTSN 5 Cianjur, Mendapatkan Perlakuan Kasar Hingga Ditampar

0
923
Ilustrasi

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Gara-gara telat masuk sekolah, RF (13) dan AJ (13) siswa kelas 8 mendapatkan perlakuan kasar dari oknum gurunya. Yakni ditampar mukanya oleh oknum  guru MTSN 5 Cianjur, pada Kamis (11/1).

Sulaeman (35) warga Kampung Bayubud  Desa Rancagoong Kecamatan Cilaku mengaku, pihaknya telah kedatangan orang tua RF kerumahnya. ia mengadu atas kejadian yang menimpa anaknya yang telah diperlakukan kasar, sehingga muka RF ditampar oleh oknum guru di sekolah MTSN 5 Cianjur, gara-gara telat masuk sekolah.
” Orang tua RF datang kerumah saya mengadu, katanya anaknya mendapatkan perlakuan kasar sampai  ditampar oleh oknum guru di MTSN 5 Cianjur,” kata Sulaeman, kepada wartawan, saat ditemui dirumahnya.
Sulaeman mengatakan, setelah mendengar pengaduan dari  orang tuanya RF, sambil bernada marah, dia akan melaporkan atas perbuatan oknum guru tersebut  ke pihak yang berwajib. Tapi  entah kenapa, sampai saat ini  belum ada kabar lagi dari orang tua RF.
” Saya sudah  sarankan, kalau memang mau lapor ya laporkan saja biar ada efek jera juga buat para oknum guru tersebut,” katanya.
Lebih lanjut ia  mengatakan, bukan saja RF yang mendapatkan perlakuam seperti itu, AJ (13) anaknya, sering mengalami hal serupa. Bahkan yang dialami AJ belum lama ini sampai telinganya dijewer. Lebih parahnya lagi celana yang diapakai AJ langsung dipotong.
” Padahal itu hanya gara-gara telat masuk sekolah. Tapi saya menjadi serba bingung dan juga ngak enak aja untuk menegur oknum guru tersebut. Dibilang kenal dekat tidak, tapi pihak sekolah kadang suka manggil saya kalau ada acara keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu AJ (13) mengatakan, perlakuan kasar hingga kekerasan dilingkungan sekolah  MTSN 5 Cianjur sering terjadi. Menurutnya hanya gara gara telat 5 menit, ia bersama teman lainnya langsung dijewer dan ada juga yang ditampar. Bahkan sampai push up 100 kali dilapangan sekolah.

” Bukan itu saja, kita juga dipaksa suruh potong rambut dan harus bayar minimal Rp 5000. Padahal rambut kita masih pada pendek,” ujarnya.
Terpisah, pihak sekolah MTSN 5 Cianjur saat dikonfirmasi, Bagian Kesiswaan Osis, yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, sampai saat ini pihak sekolah belum mendapatkan aduan dari para orang tua murid. Kalau memang ada pasti pada datang.
” Terkait dengan perlakuan kasar terhadap siswa, saya tidak bisa menjawab, karena tidak jelas pelapornya siapa. Pak wartawan sendiri tidak mau menyebutkan siapa pelapornya,” ucapnya.
Dia menjelaskan, seperti tahun sebelumnya, kalau betul ada maslah dilingkungan sekolah, mereka para orangtua murid datang menanyakan langsung ke pihak sekolah. Tapi sekarang secara tiba-tiba aduannya langsung ke wartawan.

” Tapi saya sarankan kalau memang benar ada masalah dan ada yang  diduga sebagai pelakunya jelas, silahkan para orangtua datang ke pihak sekolah, kami tunggu,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here