Dijanjikan Dapat Program Bedah Rumah, Perhiasan Senilai  Rp 11 Juta Raib Digondol Penipu

0
168
Ita menangis histeris saat mengetgui dirinya telah tertipu

Liputan : Sam

Cianjur, mertonusantara.com – Tergiur dengan janji manis dari orang yang tak dikenal, Ita (21) istri Ramdan (25) warga Kampung Sukamaju RT 03/08 Desa/Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat, menderita kerugian hingga belasan juta rupiah. Ita pun menangis histeris dan bahkan sampai tak sadarkan diri, saat menceritakannya di ruang pelayanan Kantor Kecamatan Haurwangi, Jumat (10/11) sekira pukul 10.00 WIB.

Informasi yang dapat dihimpun di lokasi kejadian, modus penipuan yang dilakukan orang tak dikenal cukup menyakinkan korban.  Ita saat itu sedang sendirian  berada di dalam rumahnya. Tiba -tiba datang seorang laki-laki paruh baya yang tak dikenal dengan mengenakan pakaian seragam PNS warna coklat lengkap dengan atributnya, dan mengaku pegawai Pemkab Cianjur.

Orang itu memberitahukan, rumah milik Ita sekarang ini akan mendapat program bedah rumah. Saat itu pula pelaku memotret seluruh bangunan rumahnya. Seterusnya pelaku, menyuruh Ita  mengisi fomulir di Kantor Kecamatan Haurwangi, dengan membawa peryaratan poto copy KTP dan membeli materai Rp 6000,-.

Saat itu pula Ita langsung pergi dengan dibonceng pelaku menuju ke kantor Kecamatan Haurwangi. Sebelum tiba di Kantor Kecamatan, pelaku dengan Ita  mampir terlebih dahulu di salah satu mini market yang tak jauh dari kantor kecamatan.

Di situ lah seluruh perhiasan, seperti kalung, cincin dan gelang emas milik Ita dipteteli. Disuruh dibuka seluruhnya dengan alasan  malu dengan pegawai Kecamatan Haurwangi. Karena kalau kelihatan pakai perhiasan bantuannya bisa dibatalkan. ” Masa yang mendapat bantuan rumah tidak layak huni perhiasannya banyak,” bujuk pelaku.

Anehnya, Ita menuruti semua perintah orang tersebut. Hingga seluruh perhiasannya dicopotnya dan ditipkan  dimasukan dalam tas milik si penipu.

Setelah itu Ita disuruh duluan masuk kantor Kecamatan Haurwangi, untuk menemui Ibu Eneng yang mengenakan pakaian dan kerudung merah, bagian pelayanan.

Sedangkan pelaku akan membeli dulu materai dan mempoto copy KTP milik Ita. Saat itu Ita masuk ke kantor Kecamatan Haurwangi, pelaku pergi dengan alasan akan membeli materai dan mempoto copy KTP milik Ita.

Tanpa rasa curiga, Ita pun segera masuk ke kantor Kecamatan Haurwangi. Ita langsung menyapa salah seorang pegawai kecamatan yang mengenakan pakaian dan kerudung warna merah.

” Ibu Eneng yah,” Sapa Ita pada salah seorang pegawai kecamatan. Karuan saja yang ditanya kaget, karena bukan itu namanya. “ Saya bukan Eneng, tapi nama saya Ida Fadida,” ucap Ida beberapa kali menjelaskan.

Tapi Ita tetap  ngotot mencari pegawai yang namanya Eneng. Selang 30 menit, baru Ita sadah bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan dengan cara hipnotis. “ Ita pun langsung menjerit menangis histris dan tak sadarkan diri di ruangan pelayanan Kantor Kecamatan Haurwangi, tutur Ida Farida yang diamini Ita (21) korban penipuan sebelum dibawa pulang kerumahnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Haurwangi, Sahril Suwangsa membenarkan, adanya salah seorang warga Kampung Sukamaju yang telah menjadi korban penipuan orang tak dikenal yang menggunakan seragam PNS dengan cara hipnotis.

Setelah itu, Ida Farida langsung menyebutnya, Ita telah terhipnotis tertipu orang tak dikenal. Sambil kedua tangannya dipegangnya dan Ita langsung sadar kemudian Ita menangis histris dan tak sadarkan diri.

Kajadian penipuan tersebut, saat itu pula langsung  dilaporkannya pada Kepolisian Bojongpicung, untuk selidiki lebih lanjut. “ Kami berharap, masyarakat agar waspada supaya jangan terjadi lagi ada korban penipuan lainnya,”  tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here