Diduga Lakukan Pemerasan, Empat Oknum Wartawan Diciduk  Polisi

0
126
Ilustrasi

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Jajaran unit reskrim Polsek Karangtengah Cianjur Jawa Barat, ciduk empat orang oknum wartawan yang mengaku dari salah satu  tabloid mingguan. Mereka diciduk setelah memeras salah seorang warga dengan nilai puluhan juta rupiah, Senin (27/11).

Penangkapan keempat orang oknum wartawan tersebut, adanya laporan dari korbannya. Korban mengaku diperas para pelaku yang mengatasnamakan wartawan itu dengan total nilai Rp 31 juta.

Aksi pemerasan yang dilakukan keempat orang tersangka, terjadi saat korban, DW membawa teman wanitanya ke salah satu penginapan di wilayah Cianjur. Padahal sebelumnya telah diintai para tersangka.

Setelah para pelaku berhasil mendapatkan gambar atau bukti yang menyatakan korban telah melakukan perselingkuhan di sebuah kamar hotel. Para tersangka langsung mencoba mendatangi tempat tinggal korban,

Saat itu korban benar-benar merasa takut ketahuan isteri syahnya. Kemudian para tersangka mengancam korban meminta supaya korban menemuinya disatu tempat di Cianjur. Pada pertemuan itu, para tersangka meminta sejumlah uang hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Karena rasa takut, korban langsung memenuhi permintaan para tersangka dengan menyerahkan sejumlah uang yang dipintanya.

Kapolsek Karangtengah, Kompol Agus Jamaludin mengatakan, aksi pemerasan yang dilakukan keempat oknum wartawan itu, diyakini lebih dari satu kali dengan korban berbeda.

“ Modus pertama para tersangka mengintai atau mengintip di sebuah hotel dengan sasaran orang yang diduga kuat membawa selingkuhannya. Lalu dibuntuti hingga ke rumah korban dan langsung melakukan pemerasan terhadap korban dengan ancaman,” jelas Agus, kepada wartawan, di Mapolsek Karangtengah, Senin (27/11).

Agus menuturkan, korban mengalami kerugian lebih kurang Rp 31 juta, “ Untuk pemintaan yang ketiga kali tersebut, korban merasa dirugikan dan langsung melakukan pelaporan ke Polsek Karangtengah,” katanya.

Setelah berhasil mengidentifikasi para tersangka, jajaran Satreskrim Polsek Karangtengah langsung melakukan penangkapan terhadap para tersangka.

“ Dari enam orang tersangka, dua orang lainnya, yaitu Ades dan Redi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” tuturnya.

Para tersangka,  jelas Kapolsek di jerat dengan pasal 368 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun kurungan penjara.

Sementara itu, salah seorang tersangka Hendrik Pelani alias Herlan, mengaku mendapatkan tanda penegenal wartawan dengan cara membuat di salah satu percetakan di Cianjur dengan harga Rp 350 ribu.

“ Buat sendiri (id card) dengan biaya Rp 350 ribu, saya tak tahu tugas wartawan seperti apa,” ujar Herlan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here