Diduga Disambar Petir, Ari Suhari Ditemukan Tewas  Di Kebun

0
202
Jenazah Ari Suhari di rumah duka

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Ari Suhari (76), warga Kampung Kebon Sawo RT 03/06 Desa Kertamukti Kecamatan Haurwangi Cianjur Jawa Barat, Kamis (22/02) sekira pukul 17.45 WIB, ditemukan tergeletak di kebun sudah tak bernyawa. Bagian tubuh sebelah kiri terlihat gosong luka bakar dan kulitnya terkelupas. Hal itu diduga kuat akibat  sambaran petir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum hujan turun Ari Suhari pergi ke sawah miliknya sambil membawa parang. Maksudnya mungkin akan membersihkan gulma yang tumbuh di pematang sawah. Selang satu jam hujan turun deras disertai gemuruhnya suara petir. Sekira pukul 16.15 WIB, terdengar suara petir menggelegar. Hingga mengagetkan seluruh warga setempat.

Pihak keluarga almarhum tak menyangka petir yang suaranya menggelegar itu akan mengakibatkan tewasnya Ari Suheri. Namun setelah hujan reda sekira pukul 17.45 WIB, baru ingat pada Ari Suheri yang berangkat ke sawah tak kunjung pulang. Saat itu pula, keluarha langsung mencarinya ke sawah yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Namun sesampainya di sawah almarhum Ari sudah tidak ada di sawah dan langsung mencarinya ke kebun. Ternyata Ari terlihat tengkurep tak bernyawa. Tubuh bagian kiri gosong bekas luka bakar dan kulit terkelupar. Diduga itu akibat tersambar petir.

“ Saat itu pula jenazah almarhum Ari ditandu ke rumah duka. Esok harinya jasad almarhum Ari di makamkan di tempat pemakaman umun,” jelas Agus Yanto, warga setempat.

Sementata itu, Kepala Desa Kertamumti, Cepi Agustina mengatakan, diduga Ari Suhari disambar petir, saat ia  berteduh di saung bawah pohon besar. Tepatnya di kebun pinggir sawah di Kampung, Pasir Kaliki yang berhadapan dengan Kampung Kebon Sawo.

Atas terjadinya musibah tersebut, Cepi menyatakan turut prihatin dan bela sungkawa atas kejadian yang menimpa almarhum Ari Suhari. Karena almarhum merupakan tulang punggunh keluarga. “ Semoga saja almarhum disimpan di tempat yang lapang dan yang ditinggalkan semoga tabah, sabar dan tawakal,” ujar Cepi.

Selain itu, pihaknya mengingatkan pada seluruh warga Desa Kertamukti, bila bepergian sore hari dan hujan turun mohon jangan membawa alat yang terbuat dari logam. Seperti cangkul, parang, golok dan bila memiliki HP segera jaringannya di matikan.

“ Sebab di daerah timur dan utara Kecamatan Haurwangi, kerap  terjadi korban jiwa akibat sambaran petir, karena daerah tersebut merupakan dataran rendah dan banyaknya tower serta jaringan Sutet menjulang tinggi,”  ucap Cepi Agustina, mengingatkan warganya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here