Desa Neglasari Kini Kelola Lapang Sepak Bola Huve

0
173
Lapng sepak bola Huve yang kini dikelola Desa Neglasari

Laporan : Sam AS

Cianjur, metronusantara.com – Lapang sepak bola Huve yang berlokasi  tak jauh dari Kantor  Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung, dua tahun yang lalu diakui dan di kelola pihak Kecamatan Bojongpicung. Saat itu lapang sepak bola Huve diakui milik empat desa. Yaitu, Desa Neglasari, Hegarmanah,  Bojongpicung dan Sukaratu.

Karena itu, pihak Pemerintahan Kecamatan Bojongpicung, mengamankan dan menyelamatkan aset lapang Huve. Pengurusan dan pengelolaannya dilaksanakan  pihak pemerintahan kecamatan.

Saat surat izin kepemilikan tanahnya ditemukan, maka lapang Huve dikelola kembali oleh pihak Pemerintahan Desa Neglasari.

Tokoh Pemuda Desa Neglasari, Soleh (59) menjelaskan, setelah surat pernyataan kepemilikan lapang sepak bola Huve ditemukan, maka para pemuda, pemerintahan desa dan tokoh masyarakat Desa Neglasari, Senin (15/01) mendatangi Camat Bojongpicung. Kedatangannya untuk memohon supaya lapang sepak bola Huve dikelola kembali pihak Pemerintahan Desa Neglasari.

Karena pernyataan kepemilikan lapang sepak bola Huve  telah ditemukan pihak pemuda Desa Neglasari yang dibuat pada 1999 dan ditandatangani Kepala Desa Neglasari saat itu, H. Aban warga Kampung Babakan Soka.

“ Maka dengan adanya itu, Camat Bojongpicung menyerahkan kembali pengelolaan lapang spak bola Huve pada Pemerintahan Desa Nenglasari,” jelas Soleh.

Sementara itu, Camat Bojongpicung Pujo Nugroho menambahkan, pengelolaan lapang sepak bola Huve sekarang ini, sepenuhnya telah diserahkan lagi pada pihak Pemerintahan Desa Nenglasari. Karena surat pernyataan kepemilikannya telah ditemukan yang dulunya sempat hilang.

Pengelolan lapang sepak bolla Huve sebagai aset desa, maka bila dijadikan tempat pasar malam, silahkan saja. Hanya seluruh prosedurnya harus ditempuh dengan baik dan benar.

“ Selain itu, juga hasil sewaan lapang agar dijadikan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang nantinya diterapkan pada kebutuhan umum  pemerintahan desa setempat,” kata Pujo.

Dilain pihak, Pjs Kepala Desa Neglasari Anriana (48) mengatakan, aset lapang sepak bolla Huve setelah diterima kembali pengelolaannya, nantinya akan dimasukan pada Perdes. Supaya hasil sewaan lapang akan berdasarkan aturan yang berlaku. Hingga tidak akan menjadi persoalan dikemudian hari.

Tapi untuk disewakan pada pengusaha pasar malam yang sekarang akan berjalan, mungkin itu hanya baru kesepakatan hasil musyawarah bersama seluruh warga Desa Neglasari. Belum dimasukan dalam Perdes.

“ Karena tanggung jawab para pemilik pasar malam menurunkan peralatan pasar malam dan komedi putarnya, juga hasil sewaannya akan diterapkan sesuai keputusan bersama nanti,” ucap Andri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here