Coklit Yang Dilakukan KPU Dinilai Masih Banyak Maslah

0
58
Ilustrasi

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara – Panitia Pengawasan  Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Cianjur menilai, pencocokan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data  yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP) dan KPU Cianjur masih banyak maslah. Pasalnya, coklit yang dilakukan PPDP pada tanggal 20 kemarin secara serentak hanya dibekali 5-25 form model A.A.2-KWK.

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur Hadi Dzikrinur mengatakan, hasil laporan dari beberapa Panitia Pengawasan Pemilu Kecamatan (Panwascam)  pencoklitan PPDP dan KPU Cianjur beberapa hari lalu masih banyak maslah.

” Hasil pengawasan di lapangan dibeberapa Panwascam menemukan petugas PPDP hanya dibekali 5-25 form model A.A.2-KWK (stiker), padahal satu petugas PPDP itu melakukan Coklit per TPS 100 bahkan lebih. Sudah dipastikan setelah from A.A.2-KWK habis, petugas PPDP tidak bisa melakukan Coklit,” kata dia, Selasa (23/01).

Hadi mengatakan, sesuai PKPU No.2 Tahun 2017 Pasal 3, Form model A.A.2-KWK sebagai bukti pencocokan dan penelitian.

Lebih lanjut diaa mengatakan, sebanyak 20 kecamatan melaporkan form model A.A.2-KWK  sudah habis, Senin (22/1).

Selain masalah stiker, kata Hadi, persoalan lain juga muncul seperti kewajiban untuk menginput di aplikasi Sitagis.

” Di wilayah Cianjur Selatan misalnya dengan koneksi data yang turun naik menjadi kendala bagi petugas PPDP, tidak hanya masalah sinyal data, permasalahan sumber daya manusia, dalam hal ini petugas PPDP kesulitan untuk mengoperasikan aplikasi tersebut,” katanya.

Ia mengkhawatirkan dengan banyaknya kendala di lapangan bisa menghambat waktu pencocokan dan penelitan sampai tanggal 18 Februari 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here