Cianjur Darurat LGBT ?

0
225
Acara talk show yang diselenggarakan Forum Literasi Indonesia (FLI) Cianjur bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang bertajuk Darurat LGBT

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Forum Literasi Indonesia (FLI) Cianjur bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Cianjur dan Muspida Kabupaten Cianjur menggelar talk show bertajuk ‘Cianjur Darurat LGBT (Lesbi,Gay,Bisek’s,Trasjender) ? Acara tersebut digelar di Gedung Assakinah Cianjur, Rabu (24/01).

Acara tolk show tersbut diisi dengan tujuh narasumber. Diantaranya, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah, aktivis kesehatan dokter Lena Rohsetiana, Kepala Dinas Sosial Kabuten Cianjur Sumitra, akitivis Cianjur Jamaludin, Sekertaris MUI Cianjur Ahmad Yani, dan AKP Benny Cahyadi Kasatreskrim Polres Cianjur. Acara tersebut dihadiri para pelajar, dan mahasiswa dan tamu undangan lainnya.

Menurut keterangan, acara talk show tersebut digelar karena Kabupaten Cianjur sudah termasuk katagori darurat LGBT. Bahkan menurut aktivis Kesehatan Cianjur, sudah ada ribuan pengikut LGBT.

Aktivis Kesehatan dan Sosial Lena Rohsetiana mengatakan, Kabupaten Cianjur memang sudah masuk kategori darurat LGBT. Menurut catatan dia, saat ini sudah ada 2.000-an LGBT yang sudah terdata.

” Kalau berdasarkan data, kondisi di Cianjur saat ini sudah sangat memprihatinkan. Apakah Cianjur sudah darurat LGBT? Jawaban saya, ya!” kata Lena kepada wartawan, Rabu (24/01).

Ia juga mengatakan pertumbuhan LGBT tersebut mengacu kepada pertambahan angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur. Hasil survei dan pemerikasaan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.
” Salah satu penyebab faktor penyebaran virus HIV/AIDS ini dari hubungan seks menyimpang. Hubungan seks sejenis,” terangnya.

Ketua ICMI Kabupaten Cianjur, Saiful Millah, mengatakan, ada yang salah dalam pola pendidikan generasi muda saat ini. Kesalahan itu terletak pada lingkup pendidikan di keluarga, sekolah, dan lingkungan.
” Saya mulai dari pertanyaan, siapa yang salah dalam masalah LGBT ini. Keluarga, Sekolah atau Lingkungan ,” kata Saiful.

Dia menegaskan, jika ingin menyelesaikan masalah LGBT ini, maka harus diawali dari pertanyaan mendasar seperti itu.

” Kita harus mencari akar permasalahan dari hal yang paling mendasar. Setelah ketemu akar masalahnya, baru kita cari solusinya,” kata dia.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Sumitra, mengatakan, faktor keluarga, sekolah, dan lingkungan memiliki peran penting dalam pertumbuhan LGBT di Cianjur ini.

” Karena itu, harus ada peran aktif dari semua pihak untuk mencegah dan memberantas perilaku LGBT ini,” tandasnya.

Senada, Kapolres Cianjur menambahkan,dengan adanya kegiatan talk show LGBT ini sangat apresiasi sekali. Bahkan disambut antusias sekali sama masyarakat dengan pertanyaan-pertanyaan kritis.

” Tapi untuk pencegahan LGBT tersebut tentunya bukan pihak kepolisian saja, harus ada kerjasama dengan tokoh-tokoh elemen masyarakat, seperti di kegiatan-kegiatan sosial atau pendidikan, terlebih P2TP2A harus jemput bola untuk mengadakan sosialisasi pencegahan LGBT di Kabupaten Cinjur,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here