Astakira Nilai Disnakertrans Cianjur Belum Efektif Cegah TKW Ilegal

0
145

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Kabupaten Cianjur Hendri Prayoga menilai Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi Kabupaten Cianjur belum epektif pencegahan Tenaga Kerja wanita (TKW) non prosudural ke Kawasan Timur Tengah.

Pasalnya, masih maraknya para perekrut TKW ke Negara Onta tersebut. Sehingga 3 hari sebelumnya,dua TKW asal Cianjur Aah Rohanah (37) dan Eka Lestari (42) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) saat akan diberangkatkan ke Negara Abudhabi Timur Tengah dan terjaring operasi Infeksi Kemenaker dan Mabespolri di Jakarta Timur.

” Jadi dengan kejadian 2 TKW kemarin yang kena oprasi infeksi oleh Kemenaker dan Mabespolri mencerminkan, para pelaku perekrut TKW nonprosudural ke timur tengah masih marak di Cianjur. Bahkan bukan hanya itu saja, Astakira sudah mengantongi data sesuai dengan pengaduan berdasarkan surat kuasa  di akhir tahun 2017 ada 25 kasus. Pada awal tahun 2018 ada  15 kasus jadi total 40 kasus. Itu semua pemberangkatan TKW nonprosudural yang diberangkatkan ke Arab Saudi dan Abudhabi U.A.E,” kata Hendri Prayoga, Minggu (28/01).

Ia mengatakan, jadi selama ini pemerintah daerah khususnya Disnakertrans belum bisa membuktikan pencegahan pemberangkatan TKW nonprosudural ke Timur Tengah. Padahal, selain menyurati ke pihak kecamatan dan desa, seharusnya mendata para perekrut (sponsor) agar terpantau.

” Kalau sudah terdata akan mudah untuk melacak bila mana ada permasalahan siapa sponsornya dan jasa PPTKIS  terlebih, negara penempatannyapun bisa ketahuan,” katanya.

Selanjutnya Hendri mengatakan, lebih epektifnya lagi pihak Disnakertaras ada kerjasama dengan kepolisian. Maksudnya  agar  setiap permasalahan TKW bisa terungkap. Sehingga para pelaku perekrut TKW nonprosudural ada efek jera.

” Sehingga kalau sudah terdata bisa melakukan pembinaan agar para sponsor tidak lagi memberangkatkan TKW  secara Ilegal,” ujarnya.

Untuk itu, Astakira akan  mengadakan sosialisasi dengan para Calon Tenga Kerja Indonesia (CTKI) yang hendak berangkat, agar tidak terjerumus menjadi TKI ilegal.

” Saya akan melakukan koordinasi dengan para RT/RW, terlebih kepala desanya, untuk memahami pemberangkatan TKW ke Timur Tengah,” ucapnya.

Terpisah, Sekertaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur Heri Suparjo mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan TKW ilegal dengan cara menyurati pihak desa dan Kecamatan.

” Saya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi tentang TKW, tapi kan itu dikembalikan lagi ke TKW nya itu sendiri yang jelas pemerintah sudah memberikan pemahaman terhadap masyarakat yang hendak berangkat menjadi TKI legal (resmi) dan TKI ilegal (tidak resmi) bahkan surat edaran pun terkait larangan pemberangkatan non formal ke timur tengah sudah dilakukan,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here