Anggota PGRI Haurwangi Nobar Film G30S/PKI  

0
203
Ilustrasi

Laporan : Sam Apip

 Cianjur, metronusantara.com – Untuk mengenang sejarah  Bangsa  Indonesia  di masa lampau,  pengurus dan anggota PGRI  Kecamatan Haurwangi,  Rabu (27/09) sekira pukul 13,30 WIB, mengelar  acara nonton bareng (Nobar)  film penghianatan G30S/PKI. Acara tersebut dilaksanakan di Gedung Guru Haurwangi (GGH)

Menurut keterangan, acara Nobar itu  diprakarsai pengurus  PGRI Cabang Haurwangi dan didukung pihak Koramil Bojongpicung, Camat Haurwangi dan UPTD Pendidikan Kecamatan Haurwangi.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Haurwangi H. Iva Vaiz saat dihubungi mengatakan, digelarnya acara Nobar Film penghianatan G30S/PKI yang dilaksanakan di GGH itu, diikuti seluruh pengurus, anggota PGRI, Danramil Bojongpicung,  Camat Haurwangi dan seluruh Binmas,  Binsa yang ada di Kecamatan Haurwangi.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui sejarah Indonesia di masa lalu. Seperti halnya sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dikemas dalan Film Penghianatan G30S/PKI.

Pihaknya menganggap,  menonton Film tersebut akan bermanfaat bagi generasi muda. Yaitu untuk mengenang sejarah yang nantinya  sejarah  itu akan diceritakan gurunya  pada seluruh siswa SD yang ada di Kecamatan Haurwangi. Karena buku sejarah perjuangan bangsa Indonesia, untamanya pengianatan G30S/PKI sudah lama tiada.

“ Maka dengan adanya acara Nobar film itu, diharapkan bisa bermanfat bagi semua pihak utamanya untuk generasi penurus bangsa,” jelas Iva.

Sementara itu, Ketua  PGRI Cabang  Kecamatan Haurwangi, Sutarko menambahkan, memang benar barusan seluruh pengurus dan anggota PGRI Kecamatan Haurwangi, telah melaksanakan Nobar film  penghianatan G30S/PKI. Acara itu dilakukan atas kerjasama antara PGRI, UPTD Pendidikan, Koramil Bojongpicung dan Kecamatan Haurwangi.

Starko menegaskan, acara Nobar itu dilaksanakan selain adanya intruksi dari pihak Kodim Cianjur melalui Koramil Bojongpicung, juga sejarah kelam penghianatan G30S/PKI  bukunya sudah tidak  masuk di kalangan pendidikan tingkat sekolah dasar.

Maka dengan adanya acara Nobar itu, nantinya guru bisa menceritakannya kembali pada seluruh siswa SD.

“ Sengaja Nobar tersebut, hanya untuk para guru saja, karena kalau ditonton siswa, takut terjadi hal yang didak diinginkan. Sebab dalam film tersebut,  ada adegan kekerasan yang tidak layak untuk ditonton siswa SD,” ucapnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here