Ambil Bansos Rastra, Tapi Harus Bayar Infaq & Ganti Ongkos

0
290
Ilustrasi

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Program penyaluran beras untuk rakyat miskin terus menjadi perhatian pemerintah. Berbagai macam program telah dilakukan. Pada tahun 2018 ini Beras Sejahtera (Rastra) diubah menjadi menjadi Bansos Rastra.

Maka dengan diubahnya Rastra menjadi Bansos Rastra, masyakarat tidak perlu lagi membayar alias digratiskan untuk mendapatkan beras sejahtera tersebut. Sebelumnya rastra dikenakan harga Rp 1.600 per kg.
Namun program yang dicanangkan pemerintah tersebut, nyatanya tidak semua masyarakat kecil dapat menikmatinya. Salah satunya di RT 02/01 Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong.  Dengan dalih infaq warga harus menebus Bansos Rastra tersebut.

Iyun (38) warga RT 02/01 Desa Cikancana Kecamatan Gekbrong mengatakan, setiap masayarakat miskin di wilayahnya, jika akan mendapat Bansos Rastra diwajibkan membayar infaq Rp 2000 untuk perkantong beras.

“ Setiap kantong berisi 2 liter beras, dari setiap liter diwajibkan mengganti biaya transprotasi Rp 500,- dan setiap pengambilan satu kantong beras diwajibkan membayar infaq Rp 2000. Jadi jika mengambil beras 2 kantong harus membayar infaq Rp 4000 dan biaya transport Rp 2000,” katanya, Minggu (28/01).

Menurut Iyun, di kampungnya, infaq untuk kematian sudah lama tidak dibayar warga. Karena, beberapa waktu lalu ada warga yang meninggal dunia. Tapi dana infaq yang dikumpulkan di Ketua RT dari setiap pembelian Rastra, tidak adapat dipergunakan.

“ Mungkin waktu itu dana infaq yang dikumpulkan kepakai oleh ketua RT, jadi saat akan dipergunakan dana tersebut tidak ada,” katanya.
Lanjut lanjut Iyun mengatakan, pembayaran infaq muncul lagi, setelah ada Bansos Rastra. Tapi, masih kata Iyun, iuran infaq tersebut diberlakukan secara sepihak. Artinya, tanpa ada musyawarah dengan warga.
“ Warga banyak yang ngomong keberatan, karena warga tak bisa mengambil beras jika tak bayar infaq,” ujarnya dengan nada kesal.

Sementara Itu Ketua TKSK Kecamatan Gekbrong Dindin Saepudin mengatakan, untuk mengawal Bansos Rastra agar sampai ke tangan masyarakat,  pihaknya telah berupaya melakukan sosialisasi kepada aparat pemerintah desa dan para ketua RT agar tidak ada uang tebusan pada Bansos Rastra.

“ Kalau untuk mengganti biaya tronsportasi itu sah-sah saja asal jangan melebihi dari ketentuan yang sudah dimusyawarahkan sebelumnya,” katanya.

Sementara Kasi Kesra Kecamatan Gekbrong Ade Supriadi mengatakan, dirinya telah melakukan sosialisasi Bansos Rastra ke setiap desa yang ada di Kecamatan Gekbrong. Hal itu dilakukan agar Bansos Rastra bisa diterima oleh warga.

“ Kalau yang terjadi di RT 02/01 Desa Cikancana ini jelas salah, karena seharusnya biaya infaq jangan disatukan dengan Bansos Rastra,” kilahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here