Aliansi Rakyat Sugih Mutki Cianjur & Keluarga Siti Jenab Datangi Pendopo Cianjur

0
182
Cucu keturunan almarhum Nyi Rd Siti Djenab bersama Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur mendatangi Pendopo Cianjur, minta kebijakan pemerintah

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com  –  Cucu keturunan almarhum Nyi Rd Siti Djenab bersama Aliansi Rakyat Sugih Mukti Untuk Cianjur mendatangi Pendopo Cianjur. Mereka datang untuk meminta kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur  supaya membatalkan pembongkaran SDN Ibu Siti Jenab yang rencananya akan dijadikan  lahan parkir, Senin (22/01).

Dalam Aksi unjukrasa tersebut,  terlihat beberapa cucu keturunan dari Almarum Ibu Siti Djenab. Diantaranya, Memet Hakim dan Boyke Hakim.

Peserta aksi unjukrasa dalam tuntutannya membawa alat peraga yang penuh dengan tulisan mengkritisi dan meminta kebijakan dari Bupati Cianjur atas pembongkaran SDN Ibu Jenab 1. Saat aksi berlangsung diterima oleh Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Statistik, Suprayogi.

Arifin Hakim, cucu Ibu Siti Djenab meminta kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk mengurungkan niatnya atas pembongkaran SDN Ibu Siti Djenab. Serta tidak lagi  melakukan aktivitas di bangunan tersebut.

” Kami dari cucu Ibu Siti Djenab meminta kepada Pemkab Cianjur khususnya Bupati  agar jangan dulu ada aktivitas, sebelum kami bertemu dan melakukan audiensi,” ujarnya.

Menurut dia, kadatangannya  bersama Aliansi Rakyat Sugih Mukti Untuk Cianjur, untuk meminta kebijakan dan sekaligus mengkritisi atas pembongkaran gedung sekolah yang sangat bersejarah tersebut.

” Jadi kami datangnya ke pendopo tidak lain ingin bertemu dulu dengan pemangku kebijakan di Kabupaten Cianjur. Jangan seenaknya saja main bongkar,” tandasnya.

Kordinator Aksi Ridwan Mubarak mengatakan, dalam aksi ini ada lima tuntutan yang menjadi pokok. Tuntutan yang pertama peserta  aksi meminta dikembalikannya fungsi awal gedung SDN Ibu Jenab I sebagai lembaga pendidikan bukan lahan parkir.

” Kembalikan lagi putra putri peserta didik SDN Ibu Jenab I untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar ke tempat semula,” kata Ridwan.

Selanjutnya Ridwan mengatakan, pemerintah secara hukum harus bertanggungjawab atas perusakan yang telah dilakukan terhadap gedung SDN Ibu Jenab I.

” Dan kembalikan  tarif retribusi parkir kendaraan ke tarif semula, karena Perbup No 44 Tahun 2017 tentang perubahan retribusi, bertentangan dengan UU No 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, para pegunjukrasa juga menuntut untuk segera dibuka kembali Jalan Siti Jenab untuk kepentingan publik bukan untuk kepentingan proyek yang hanya memguntungkan segelintir orang.

Sementara itu, Kadis Infokom Kabupaten Cianjur Suprayogi, berjanji kepada para pseserta aksi  akan segera menyampaikan tuntutannya ke Bupati untuk mengadakan mediasi.

” Dalam 1 minggu kedepan saya berjanji pasti bisa bertemu dengan Bupati untuk mengadakan mediasi apa yang menjadi tuntutan pengunjuk rasa hari ini,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here