Aktivis Cianjur Global Institut Datang Ke DPRD Cianjur

0
55
Aktivis Cianjur Global Institut saat melakukan audensi dengan anggota DPRD Cianjur

Laporan : Aldan

Cianjur, metronusantara.com – Puluhan aktivis Cianjur Global Institut mendatangi Kantor DPRD Cianjur, akhir pekan kemarin. Mereka mendesak para pejabat legislatif untuk segera mengawasi program yang dijalankan pejabat Eksekutif Cianjur atas hak interpelasi relokasi beberapa pembangunan dan alih fungsi lahan di Kabupaten Cianjur.

Salah seorang aktivis, Ridwan Mubarok mengatakan, pihaknya datang untuk menindaklanjuti surat yang sudah dilayangkan pada 13 Maret 2018 lalu. Yaitu untuk meminta beraudensi  seiring  kaitan dengan pengawasan DPRD  untuk mengawasi hak interpelasi sesuai dengan pasal 371 Undang-Undang nomor 17 tahun 2014.

: Anggota Legislatif  memiliki kewenangan untuk memintai keterangan program yang dijalankan Eksekutif yang berdampak kepada kehidupan masyarakat Cianjur secara keseluruhan,” ujar Ridwan, saat ditemui, belum lama ini.

Menurut Ridwan, dengan adanya relokasi pusat gedung pemerintahan, pasar induk dan alih fungsi lahan di Kabupaten Cianjur itu sangat berdampak sekali terhadap masyarakat Cianjur secara keseluruhan.
” Makanya kami bersama teman-teman institut lainnya menanyakan pada wakil rakyak sejauh mana kinerja mereka terhadap pengawasan kaitan pengawasan Eksekutif tersebut,” ungkapnya.

Karena surat dari Cianjur Institut sudah beberapa kali dilayangkan ke DPRD Cianjur. Bahkan menurut Ridwan, dari jauh-jauh hari.
” Namun sampai saat ini surat tersebut seolah tidak ditanggapi. Bahkan kami merasa kecewa terhadap Ketua Anggota Dewan yang tidak bisa menemui kami untuk beraudensi, padahal itu kan wakil rakyat sesibuk apapun dia harusnya temui dulu. Karena kita ingin sekali menyampaikan apa yang sekarang menjadi dampak program yang dijalankan Eksekutif,” ucapnya.

Lanjut Ridwan mengatakan, jelas indeks kehidupan ekonomi masyarakat Cianjur sekarang menurun. Hal itu diketahui dari beberapa hasil survai yang memang tahun ini mengalami penurunan yang sangat drastis.

” Jadi kami meminta kepada wakil rakyat untuk segera membuat Pansus melalui hak angket, mungkin bisa cepat terawasi program apa yang dijalankan eksekutif,” ujar Ridwan.

Sementara itu, anggota Komisi III Atep Hermawan menanggapi kedatangan beberapa aktivis dari Cianjur Institut. Atep mengatakan, pihaknya belum bisa bicara dulu terkait intrpelasi.

” Yang jelas kami akan mendorong anggota dewan untuk mengundang kembali mereka untuk nengadakan lagi audeunsi untuk ditindaklanjuti,” ujarnya singkatnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here