2 Bulan Di Arab Saudi, Pulang Badannya Penuh Luka

0
280
Entin, mantan TKI yang mendapat penganiayaan di Arab Saudi

Laporan : Aldan

Sukabumi, metronusantara.com – Seorang mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi, Timur Tengah, Entin Sumartini (42) warga Kampung Ciroyom Desa Padaasih Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, mengaku dirinya mendapatkan penganiayaan yang diduga dilakukan  majikan selama 2 bulan bekerja di Arab Sudi.

Nyaris, sekujur badan Entin penuh dengan bekas luka penganiayaan. Terutama  di bagian kepala, wajah dan tangan. Selain itu, dengan malangnya nasib TKW ini tidak mendapatkan gajih. Lebih parahnya lagi saat dipulangkan pihak majikan,  Entin hanya pakai sehelai baju yang menempel dibadannya.

” Saya kira saya ngak bakal bisa pulang lagi ke Indonesia. Karena disana saya bukannya dipekerjakan, tapi setiap hari malah mendapatkan siksaan dari majikan,” tutur Entin, saat ditemui dirumahnya, Senin (18/12).

Ia menjelaskan, awalnya saya ditawari visa satu majikan berdua di  Arab Saudi oleh sponsor YT, orang Sukalarang Sukabumi. Karena himpitan ekonomi, ia  jadi tergiur. Apalagi gajinya besar. Maka dengan niat untuk membantu menafkahi keluarga, ia pun membulatkan tekadnya untuk bekerja. Di Arab.

” Namun, setelah dibawa ke Jakarta, saya malah di oper lagi ke JF. Bahkan ada kurang lebih satu bulan di sana dioper lagi ke batam oleh JF,” tuturnya dengan nada sendu.

Lanjut dia, yang lebih miris lagi saat saya diperlakukan tidak manusiawi oleh agency yang ada di Batam. Entin mengaku mau diperkosa. Namun saat itu ia berontak dan langsung nelepon JF  untuk minta dipulangkan lagi ke Jakarta.

” Setelah saya sudah ada di Jakarta, niat untuk bekerja ke Arab Saudi sudah tidak mau, karena prosesnya tidak jelas. Namun JF memaksa, tetap saya harus berangkat,” ungkapnya.

Entin berharap, dengan adanya kejadian yang menimpa dirinya selama  bekerja di Arab Saudi, ia meminta ke pemerintah dan dinas intansi terkait dan penegakan hukum, agar para pelaku ditindak tegas. Karena dikhawatirkan ada korban serupa, akibat bujuk rayu para pelaku tersebut.

” Supaya tidak ada korban lagi seperti saya dan ada efek jera,” ujarnya penuh harap.

Entin menegaskan, semua itu terjadi karena ada iming-iming dari pihak sponsor. “ Kalau tidak ada iming-iming mungkin tidak akan terjadi hal seperti ini,” kata Entin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here