Waipi Bojongpicung Mulai Merambah Ke Kalangan Menengah

0
245
Wa Ipi saat main di salah satu hotel di bilangan Puncak Cianjur

Laporan : Sam

Cianjur. Metronusantara.com – Di abad modern ini, pagelaran  kesenian tadisional wayang golek, sepertinya hampir punah ditinggalkan pengemarnya. Mungkin dianggap ketinggalan zaman jika menyaksikan wayang golek. Karena itu, panggung hiburan  tersebut terkalahkan dengan kesenian  lain. Seperti kesenian musik dangdut  dan kesenian modern lainnya.

Melihat hal tersebut, para seniman dan seniawati Sunda  Kecamatan Bojongpicung, terus berupaya melestarikan seni budaya sunda  sebagai warisan dari nenek moyang. Seperi Eden Romansah ahli seni sunda. Ia meracik atau mengemas seni wayang golek supaya  ditonton  kaula muda jaman kiwari.

Eden dengan berbagai keahliannya menyederhanakan kesenian wayang golek. Kalau di Bandung, wayang golek yang dibawakannya terkenal dengan sebutan Pojok Si Cepot dan  Saung Si Cepot.  Sedangkan di Bojongpicung, Eden memberi nama Wayang Golek in Kacapi (Waipi). Tentu saja  mulanya Waipi tersebut,  baru diketahui dan diminati di kalangan masyarakat Kecamatan Bojongpicung saja.

Namun berkat kerja keras dan kegigihannya, Waipi sekarang sudah mulai digemari kalangan masyarakat menengah. Bahkan Waipi Bojongpicung mulai dilirik salah satu perusahaan perbankan  ternama di Indonesia.

Kini nmpaknya, Waipi mulai mendapat tempat yang berkelas. Mainnya pun bayk main di hotel yang berkalas bintang. Seperti salah satu perusahaan perbankan melaksanakan undian berhadiah. Waipi diundang untuk memperlihtkan kepiawaianya di salah satu hotel ternama di Cipanas Puncak Cianjur.

Melihat perkembangan yang cukup menggembitakan, Eden merasa bersyukur. Karena Waipi Bojongpicung sekarang ini sudah mampu menembus kalangan masyarakat menengah.

“ Kami berharap, kedepannya Waipi mampu menembus kalangan masyarakat luas. hingga menembus kalangan nasional,” papar  Eden Romansah saat ditanya wartawan,  di ruang kerjanya, Rabu (11/10).

Sementara itu, budayawan Kabupaten Cianjur, Abah Ruskawan mengatakan, dengan adanya Waipi pihaknya merasa beryukur dan merasa gembira. Karena ada putra daerah yang sudah mampu mengemas dan menyederhanakan  kesenian tradisional wayang golek. “ Asal yang penting tidak merusak pakem wayang golek itu sendiri,” kata Abah Ruskan, mengingatkan.

Lebih lanjut Abah Ruskawan mengatakan, Waipi itu merupakan hasil kreatipif  dan inopatif  salah seorang putra daerah Kecamatan Bojongpicung. Dia sangat peduli terhadap kesenian tradisional wayang golek.

Waipi dimainkan, selain gamelan yang digunakan juga dengan kacapi, kendang, goong, biola dan saron. Semuanya itu hanya  dimainkan 7 orang dan satu orang dalang. Itu jelas sangat sederhana sekali juga tidak terlepas dari pakem kesenian wayang golek.

“ Waipi diharapkan lebih inovatif dan kreatif hingga mampu menjaring penggemar dari semua kalangan, selain harus mampu menambah wawasan dan pengetahuan tentang perwayangan supaya tidak melanggar pakem wayang golek.” Ujarnya menegaskan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here